Greta Thurberg, Pemerintah Swedia dituding tak becus dalam mengecam aksi Israel yang melakukan penculikan terhadap Greta Thurberg serta belasan aktivis lainnya di tengah upaya mereka berlayar menuju Gaza, Palestina, demi menyalurkan bantuan kemanusiaan. “Apa yang terjadi sungguh keterlaluan,” kata aktivis Swedia Andrew Arendt Wegerif, anggota Ship to Gaza Sweden – sebuah organisasi yang bertujuan untuk mematahkan blokade Israel terhadap Gaza, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (9/6/2024).
Pada 9 Juni 2025, dunia dikejutkan oleh laporan bahwa aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, bersama sebelas aktivis lainnya, ditahan oleh pasukan Israel saat berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Insiden ini memicu kontroversi internasional, dengan tuduhan bahwa Swedia terlibat dalam konspirasi bersama Israel.
Latar Belakang: Misi Kemanusiaan Menuju Gaza
Pada 1 Juni 2025, kapal Madleen, yang dikendalikan oleh Freedom Flotilla Coalition dan berbendera Inggris, berangkat dari Catania, Sisilia, dengan tujuan mengirimkan bantuan ke Gaza. Di atas kapal tersebut terdapat Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa Rima Hassan, serta aktivis lainnya. Mereka membawa bantuan berupa susu formula, tepung, popok, peralatan medis, dan prostetik anak-anak
Namun, pada 8 Juni, kapal tersebut dicegat oleh Angkatan Laut Israel di perairan internasional dan dibawa ke pelabuhan Ashdod. Israel mengklaim bahwa kapal tersebut berusaha memasuki zona terbatas dan bahwa bantuan yang dibawa tidak memadai .
Tuduhan “Penculikan” dan Reaksi Greta
Setelah penahanan, Greta Thunberg mengunggah video yang menyatakan bahwa mereka telah “diculik” oleh pasukan Israel. Video tersebut kemudian viral dan memicu protes di berbagai negara, termasuk Australia, di mana mahasiswa mengutuk tindakan Israel dan menyerukan pembebasan para aktivis
Sementara itu, pemerintah Swedia belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut, meskipun Thunberg sebelumnya telah meminta dukungan dari pemerintahnya untuk intervensi diplomatik .
Tuduhan Swedia Terlibat dalam Konspirasi
Beberapa pihak menuduh bahwa Swedia terlibat dalam konspirasi dengan Israel terkait insiden ini. Tuduhan ini muncul karena Swedia diketahui memiliki hubungan diplomatik yang erat dengan Israel. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.
Perspektif Israel: “Aksi Publik” dan Keamanan Nasional
Pemerintah Israel membantah tuduhan penculikan dan menyebut insiden tersebut sebagai “aksi publik” yang tidak sah. Mereka menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus melalui jalur resmi dan bahwa Israel telah menyediakan bantuan yang lebih besar kepada Gaza melalui saluran resmi
Dampak Sosial dan Politik
Insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan internasional, khususnya antara negara-negara yang mendukung Palestina dan Israel. Protes dan kecaman terhadap tindakan Israel semakin intensif. Hal ini ditandai dengan banyak pihak menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.
Kesimpulan
Insiden penahanan Greta Thunberg dan aktivis lainnya oleh Israel menyoroti kompleksitas konflik Israel-Palestina dan tantangan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan. Meskipun tuduhan konspirasi terhadap Swedia belum terbukti. Kejadian ini memperlihatkan pentingnya dialog dan kerja sama internasional dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan di wilayah konflik.
