6 Chip Made in Indonesia Bakal Lahir, Danantara Gandeng Inggris

Indonesia Kejar Kemandirian Teknologi: Gandeng Arm Limited, Siap Cetak 6 Desain Chip Nasional

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menancapkan taringnya di kancah teknologi global. Melalui Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara), Indonesia menandatangani perjanjian strategis dengan raksasa arsitektur chip dunia, Arm Limited, di London, Inggris, Senin (23/02).

Chip

Langkah besar ini menandai ambisi Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjadi konsumen, melainkan pemain kunci dalam rantai pasok semikonduktor global.

6 Sektor Strategis: Dari Otomotif hingga Quantum Computing

Dalam kerja sama ini, Indonesia fokus pada penguasaan Intellectual Property (IP) atau Hak Kekayaan Intelektual. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia akan mengembangkan enam desain chip berbasis IP yang kepemilikannya murni berada di tangan Ibu Pertiwi.

Adapun sektor-sektor yang menjadi fokus utama pengembangan chip ini meliputi:

  1. Teknologi Otomotif: Mendukung industri kendaraan listrik nasional.

  2. Internet of Things (IoT): Memperkuat konektivitas perangkat pintar.

  3. Data Center: Fondasi utama kedaulatan data digital.

  4. Home Appliances: Digitalisasi peralatan rumah tangga.

  5. Autonomous Vehicle: Teknologi masa depan kendaraan tanpa awak.

  6. Quantum Computing: Komputasi tingkat tinggi untuk riset masa depan.

“Ini adalah ‘turbocharger’ bagi pertumbuhan ekonomi kita. Dengan memiliki IP sendiri, Indonesia melakukan leapfrog (lompatan) dalam ekosistem digital menuju visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga.


Mengapa Kerjasama dengan Arm Limited Sangat Vital?

Arm Limited bukanlah nama sembarangan. Hampir 90% prosesor ponsel pintar di dunia menggunakan arsitektur dari perusahaan asal Inggris ini. Dengan menggandeng Arm, Indonesia mendapatkan akses ke standar desain chip paling efisien dan populer di dunia.

Poin Penting Transformasi Digital Nasional:

  • Kemandirian Teknologi: Mengurangi ketergantungan pada impor komponen elektronik.

  • Pemberdayaan Talenta Lokal: Kolaborasi dengan kampus elit seperti ITB, UGM, dan UI untuk mencetak ahli semikonduktor.

  • Transfer Teknologi: Talenta nasional akan dilatih langsung oleh instruktur dari ekosistem global Arm.


Topik Menarik: Jalan Menuju Pabrik Semikonduktor di Tanah Air

Selain penguasaan desain (hulu), pemerintah juga membidik sektor manufaktur (hilir). Saat ini, pencetakan chip masih didominasi oleh perusahaan global di Taiwan dan Korea Selatan.

Namun, dengan memiliki desain chip sendiri, Indonesia memiliki daya tawar tinggi untuk menarik investor membangun fasilitas fabrikasi atau “Semiconductor Foundry” di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan nasional di sektor pangan, energi, dan teknologi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*